Trend Kunjungan Wisman Ke Sulawesi Utara

 0
Trend Kunjungan Wisman Ke Sulawesi Utaraby Rafans Sulutindoon.Trend Kunjungan Wisman Ke Sulawesi Utara
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan Mei 2017 mencapai 449%. Kunjungan Wisman tersebut berasal dari Tiongkok, Jerman, dan Singapura. Secara jelas, kunjungan wisman yang datang ke Sulawesi Utara, yakni : Amerika 106 orang (1,90%), Inggris 87 orang (1,56%), Hongkong 74 orang (1,32%), Malaysia 67 […]

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut) pada bulan Mei 2017 mencapai 449%. Kunjungan Wisman tersebut berasal dari Tiongkok, Jerman, dan Singapura.

Rafans Wonderful Indonesia

Secara jelas, kunjungan wisman yang datang ke Sulawesi Utara, yakni : Amerika 106 orang (1,90%), Inggris 87 orang (1,56%), Hongkong 74 orang (1,32%), Malaysia 67 orang (1,20%), Australia 64 orang (1,15%), Belanda 62 orang (1,11%), dan Perancis 47 orang (0,84%).

Mayoritas wisman yang datang ke Sulawesi Utara melalui pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Maraknya kunjungan wisman ke Sulut oleh karena banyaknya direct flight ke Manado.

Terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara – Olly Dondokambey dan promosi gencar yang dilakukan Kementerian Pariwisara RI, mampu meningkatkan jumlah wisman ke Sulut sampai ratusan persen setiap bulannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Kompipar Sulut (Komunitas Pemerhati Pariwisata Sulawesi Utara) – N. Raymond Frans mengatakan : Adanya trend peningkatan arus kunjungan wisatawan yang datang berkunjung ke daerah Sulawesi Utara harus disikapi secara hati-hati.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, sumber daya alam daerah Sulawesi Utara tidaklah kalah. Masalahnya hanya pada pengelolaan sumber daya alam menyangkut tempat-tempat wisata alam dan lingkungan, seperti antara lain Bukit Kasih di Kanonang, Minahasa, Taman Wisata Remboken (Danau Tondano), Minahasa, Taman Nasional Laut Bunaken, Manado yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi, tidak terawat dan terkesan rusak karena dikelola oleh Pemerintah Daerah.

Sangat jauh perbedaannya dengan tempat-tempat wisata yang dikelola oleh swasta, seperti Bukit Doa Mahawu, Tomohon, Danau Linow Lahendong, Tomohon, Bukit Tetempangan Koha, Minahasa, dan Klenteng Ban Hin Kiong, Manado.

Disamping itu, pariwisata event Sulawesi Utara seperti, event wisata berupa event budaya, event sosial, event olahraga, ferstival, carnaval, dan special event perlu ditingkatkan sebagai atraksi dan hiburan wisata yang menjadi tujuan dan sasaran para wisatawan.

Suatu destinasi (daerah tujuan wisata) yang layak menyelenggarakan kegiatan event wisata, apabila terdapat tujuh elemen, yaitu infrastuktur, akomodasi, transportasi, atraksi, catering, dan sarana hiburan dan rekreasi. Dengan demikian, wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati tiga bagian elemen atraksi, yaitu atraksi mutlak, atraksi parmanen, dan event. (Rafans Sulutindo),-

Author: 

'Pemerhati Pariwisata Sulawesi Utara',-

Related Posts

Tinggalkan Balasan